Sebanyak lebih dari 200 santri dan santriwati TPQ Desa Sokawera, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, mengikuti kegiatan pembuatan eco craft berupa gantungan kunci (ganci) dari tutup botol plastik bekas. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu–Kamis (1–2 Juli 2026) ini merupakan salah satu program Reka Kerja KALIMAS 2026. Dalam kegiatan tersebut, setiap santri diminta membawa tiga tutup botol plastik bekas dan sebuah gunting dari rumah. Sementara itu, panitia menyediakan perlengkapan pendukung seperti baking paper, setrika, tutup botol tambahan, serta stop kontak. Dengan bahan-bahan sederhana tersebut, para peserta diajak membuat gantungan kunci berbentuk beruang, kucing, lumba-lumba, dan paus.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias. Para santri tampak bersemangat memilih desain yang diinginkan, kemudian menyusun tutup botol menjadi berbagai bentuk dengan didampingi oleh panitia. Koordinator kegiatan Ecocraft Kak Naya, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan kepada anak-anak cara memanfaatkan sampah plastik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
“Kami ingin mengajak anak-anak lebih peduli terhadap lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan yang menyenangkan seperti ini, mereka belajar bahwa barang bekas masih bisa dimanfaatkan menjadi karya yang menarik,” Ujarnya.
Salah satu pengasuh TPQ Desa Sokawera mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman baru bagi para santri karena tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga berlatih kreativitas melalui kegiatan praktik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Anak-anak jadi tahu bahwa tutup botol yang selama ini dianggap sampah ternyata bisa diolah menjadi gantungan kunci yang lucu dan menarik. Mereka juga sangat senang membuat berbagai bentuk hewan seperti beruang, kucing, lumba-lumba, dan paus,”tuturnya.
Ia menambahkan, proses pembuatan ganci juga melatih kesabaran, ketelitian, serta kemampuan motorik halus anak-anak. Meski membutuhkan kehati-hatian saat proses penyatuan tutup botol menggunakan setrika dan baking paper, para santri tetap antusias hingga berhasil menyelesaikan hasil karya mereka. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan satu gantungan kunci membuat anak-anak merasa bangga dan lebih percaya diri. Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Bahkan ke depan, jika hasilnya semakin rapi dan berkualitas, bukan tidak mungkin gantungan kunci ini dapat menjadi produk unggulan desa yang dipasarkan pada berbagai kegiatan, seperti bazar maupun pameran,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, ratusan gantungan kunci hasil karya para santri berhasil diselesaikan dan dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya belajar berkreasi, tetapi juga memahami pentingnya mengurangi sampah plastik dengan mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Tim Humas Kalimas
Pramuka Purwokerto Utara Bersama Kita Bisa!