Bekali Penggalang Menuju Pramuka Garuda, Anjar Wahyu Adi Kenalkan ATAS

Sebanyak 42 pangkalan Pramuka Penggalang se-Kwartir Ranting (Kwarran) Kedungbanteng antusias mengikuti Lomba Tingkat II (LT-II) yang dipusatkan di Lapangan Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 3–5 November 2026, sebagai ajang pengujian keterampilan, pengembangan kompetensi, sekaligus pembentukan karakter anggota Pramuka Penggalang.

Berbagai mata lomba diselenggarakan untuk mengukur kemampuan teknis dan kerja sama peserta, meliputi pioneering, semaphore, morse, baris-berbaris, yel-yel, semaphore dance, hingga halang rintang. Rangkaian kompetisi tersebut dirancang untuk mengasah ketangkasan, kreativitas, kedisiplinan, serta kemampuan peserta dalam menyelesaikan tantangan secara berkelompok.

Selain kompetisi keterampilan, kegiatan LT-II juga diisi dengan pelatihan bertajuk Dunia Penggalang yang menghadirkan Anjar Wahyu Adi, S.Pd. sebagai pemateri. Dalam sesi tersebut, ia menyampaikan materi Orientasi Pramuka Penggalang dengan mengulas jenjang kehidupan Penggalang, tahapan pencapaian kecakapan, karakteristik peserta didik, serta jenis dan sifat kegiatan kepramukaan.

Anjar menegaskan bahwa Lomba Tingkat II tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan kemenangan, tetapi juga ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga bagi setiap peserta.

“Melalui Lomba Tingkat II ini, adik-adik sedang belajar tentang kemandirian, pemecahan masalah (problem solving), kepemimpinan, hingga membangun semangat persaudaraan antarsesama anggota Pramuka,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa esensi kompetisi kepramukaan terletak pada proses pembentukan karakter. Setiap Penggalang diharapkan mampu menjadikan pengalaman selama kegiatan sebagai bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berintegritas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

Lebih lanjut, Anjar mengajak para peserta untuk mempersiapkan diri mencapai predikat Pramuka Garuda sebagai penghargaan tertinggi dalam setiap golongan kepramukaan. Menurutnya, pencapaian tersebut membutuhkan proses panjang melalui pemenuhan syarat kecakapan, pengembangan keterampilan, prestasi, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pramuka Garuda merupakan anggota Pramuka yang telah mencapai kecakapan dan memperoleh penghargaan tertinggi pada golongannya. Karena itu, seorang Pramuka Garuda harus mampu menunjukkan kualitas diri, memiliki karakter kuat, dan menjadi pribadi yang dapat diteladani oleh orang lain,” jelasnya.

Tidak berhenti pada pencapaian individu, Anjar juga memperkenalkan ATAS (Association of Top Achiever Scouts) sebagai wadah jejaring persaudaraan bagi anggota Pramuka yang telah mencapai prestasi tertinggi. Ia mendorong para Pramuka Garuda untuk memperluas kontribusi dan membangun jejaring melalui forum tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan informasi mengenai persyaratan keanggotaan ATAS, di antaranya berusia minimal 15 tahun dan memenuhi ketentuan service project melalui platform Scout SDGs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *